700 Hari Doa Bagi Bangsa

Hari ini, Senin 21 Februari 2022 hari yang sangat istimewa. Disamping karena hari baru di pekan yang baru, hari ini juga merupakan hari ke 700 Doa Bagi Bangsa (DBB) Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang setiap hari dikirimkan melalui voice note.

Doa berdurasi sekira tiga menit telah dikumandangkan 700 kali dalam 700 hari dan disebarkan melalui puluhan bahkan ratusan WA Group Mitra LAI. DBB dibawakan secara bergantian oleh kalangan intergenerasi dan interprofesi. Opa, oma, bapak, ibu, kakak, dan adik-adik, semua mendapat bagian mewarnai hari-hari melalui suara doa yang dipanjatkan. Pendeta, Romo, Suster, Penatua, Diaken, Syamas, Pimpinan dan aktivis Gereja, serta jemaat umum Gereja di Indonesia telah terlibat aktif mendoakan bangsa ini.

Pada Maret 2020 dimana pandemi Covid-19 secara resmi diumumkan pemerintah Indonesia, LAI menyadari bahwa gerakan doa bersama adalah kebutuhan mendesak. Di tengah berbagai keterbatasan untuk berjumpa langsung, maka doa bersama untuk bangsa ini dalam bentuk voice note dan dikirim kepada sebanyak mungkin mitra adalah alternatif terbaik.

Kebutuhan untuk disapa dan menyapa di tengah kesesakan yang ada, mendorong LAI untuk terus secara konsisten mengirimkan DBB setiap hari kepada semua mitra LAI di manapun berada.

Dari respon yang ada, ternyata DBB LAI tidak hanya dinikmati oleh umat Tuhan di Indonesia. Setidaknya Mitra LAI di Belanda, Amerika Serikat, Kanada dan Timor-Leste selalu menerima kiriman DBB LAI dan turut berdoa bersama bagi bangsa Indonesia.

Dari kesaksian yang ada, bahkan ada umat Tuhan yang memanfaatkan DBB LAI ini sebagai bahan untuk berdoa bersama di keluarga secara rutin. “Kalau sempat terlambat kiriman DBB LAI, saya selalu mengingatkan agar LAI tidak lupa mengirim DBBnya,” kata salah satu Mitra LAI dari Bekasi.

“Mendengar DBB LAI di tengah pandemi membuat hati lebih tenang. Kita dikuatkan, Tuhan berbelas kasihan,” kata Jonro Munthe, Pemimpin Umum Majalah Narwastu Jakarta.

Ada juga beberapa kawan yang selalu mengirimkan DBB LAI ke saudaranya yang sedang dirawat di Wisma atlet Jakarta saat terinfeksi Covid-19. “Doa itu sangat menguatkan saudara saya, dan saya juga,” katanya.

Begitu juga yang saya alami saat sepuluh hari dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Covid-19 pada bulan Juli 2021. Setiap hari saya dikuatkan oleh suara DBB LAI. Tuhan selalu hadir melalui suara doa tersebut.

Permohonan doa juga mengalir dari umat di berbagai wilayah di Indonesia ke LAI agar didoakan secara khusus pergumulan mereka. LAI selalu memenuhinya dengan mendoakan secara khusus melalui voice note dan dikirimkan kepada mereka.

Doa sebagai nafas orang beriman sungguh sangat menguatkan dan memberkati. Dari berbagai kesaksian yang ada menunjukkan umat Tuhan bersukacita dan bersemangat untuk bersama-sama berdoa maupun untuk terlibat langsung dengan merekam doanya apabila diminta.

Melalui doa, bukan hanya mampu menumbuhkan pengharapan, kekuatan dan semangat baru, namun juga mampu memperbarui persekutuan antara LAI dengan mitra-mitranya. Meski tidak dapat berjumpa langsung, dengan voice note DBB LAI dapat dirasakan bahwa LAI selalu menyapa umat Tuhan dimanapun berada.

Ada yang bertanya, “Sampai kapan DBB LAI akan berlangsung?” Jawabannya, “Tidak ada batas waktunya.”

DBB LAI sudah berkembang bukan hanya fokus kepada pandemi Covid-19, namun juga untuk perdamaian dunia. Seperti kita tahu di berbagai wilayah dunia terus terjadi konflik yang membutuhkan doa-doa kita semua agar damai sejahtera terwujud di bumi ini.

Doa Bagi Bangsa meluas menjadi Doa Bagi Semesta. Terpujilah Tuhan sampai selamanya.

Salam Alkitab untuk Semua.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.