“Waktu aku takut, aku berharap kepada-Mu. Aku memuji Allah karena apa yang Ia janjikan; aku percaya kepada-Nya, maka aku tak takut,” 

Mazmur 56:4-5a, BIMK

Di hari-hari seperti sekarang ini tak bisa dipungkiri banyak orang dihantui rasa takut. Banyak faktor yang membuat orang menjadi takut: mereka takut tertular covid 19, sehingga banyak orang memborong masker dan handsanitizer. Mereka takut jika tertular virus corona.

Mereka takut karena virus corona belum ada obatnya, dan epidemi virus corona terus menyebar tidak ada satu tempat di muka bumi yang bebas, sehingga orang menjadi ketakutan. Kata takut berarti merasa gentar atau ngeri menghadapi sesuatu yang dianggapnya mendatangkan bencana. Jika ketakutan dibiarkan berlarut-larut sehingga menjadi sangat berlebihan akan menimbulkan phobia, yaitu rasa ketakutan yang berlebihan.

Punya rasa takut adalah hal yang manusiawi, tetapi jika kita setiap hari terus hidup dalam ketakutan adalah tidak wajar, apalagi bagi kita orang percaya. Ketakutan adalah perasaan yang muncul di dalam diri manusia dan harus diselesaikan dari dalam jiwa dan batin manusia bukan faktor dari luar manusia. Ketakutan yang terus dipelihara akan berdampak sangat buruk bagi diri sendiri. Daud mengatakan saat dirinya mengalami ketakutan saat itulah ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan bukan mendekatkan diri dengan hal-hal lain bahkan mencari solusi di luar Tuhan.

Jangan biarkan roh ketakutan membelenggu hidup kita! Kalau kita percaya sungguh kepada Tuhan, percaya akan firman-Nya dan memegang teguh setiap janji-Nya tentu kita tidak akan hidup dalam ketakutan lagi. Kunci agar terbebas dari ketakutan adalah hidup dalam kebenaran. Jika Tuhan ada di pihak orang benar, maka tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Karena saat kita membawa ketakutan kita kepada Tuhan, maka Tuhan memberikan kepada kita kekuatan, kasih, dan damai sejahtera dalam hidup kita.

Salam Alkitab Untuk Semua