Angin kencang,  banjir bandang, dan tanah longsor akibat hujan deras yang melanda sejumlah wilayah NTT telah mengakibatkan puluhan orang tewas dan memporak-porandakan ratusan rumah warga, merusak fasilitas umum termasuk rumah sakit, jembatan dan bendungan hingga menelan korban jiwa, korban luka-luka serta warga yang mengungsi.

PGI mengungkapkan belarasa terhadap keluarga-keluarga yang terdampak, serta duka mendalam atas korban jiwa dan ribuan warga yang mengungsi. PGI terus mencermati perkembangan situasi terkini dan mendukung dalam doa kerja Tim Reaksi Cepat untuk mencari korban yang masih belum diketemukan di wilayah-wilayah terdampak.

Dalam menyikapi bencana di NTT, MPH-PGI menyampaikan beberapa imbauan. Pertama,  mengajak gereja-gereja membawakan dalam doa dan membantu para korban sebagai wujud kepedulian bagi sesame. Kedua, secara khusus PGI mendorong gereja-gereja di Indonesia untuk mendukukung upaya tanggap darurat bersama gereja-gereja di NTT (GMIT dan GKS). Dukungan tenaga relawan terlatih maupun dukungan bantuan darurat bagi para korban, kelompok rentan dan para pengungsi;

Seruan ketiga, MPH-PGI meminta perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya BNPB, untuk meningkatkan bantuan pagi warga terdampak, serta secepatnya merekonstruksi kerusakan-kerusakan yang terjadi. Keempat, mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena alam yang anomali, sambil terus memperhatikan informasi dari BMKG dan pihak terkait sehingga bisa berjaga-jaga. (Gie)

Sumber: inspirasiindonesia.id